Sabtu, 25 Februari 2012
Temuan itu mempertebal riset yang mengaitkan kesehatan emosional dengan paparan media. Inilah studi pertama yang mengukur paparan media menggunakan metodologi "real-life" intensif yang disebut ecological momentary assessment, dengan mengambil sampel perilaku partisipan studi berulang kali dalam real-time. "Metode ini jauh lebih andal dibanding survei standar dan membantu para ilmuwan mengenali asosiasi antara paparan terhadap musik dan depresi," kata Brian Primack, peneliti studi yang juga dosen pediatrik dan kedokteran di universitas itu.
Studi itu melibatkan 106 partisipan remaja, 46 di antaranya didiagnosis mengalami gangguan MDD. Para ilmuwan memanggil para remaja itu sebanyak 60 kali dalam lima akhir pekan selama dua bulan. Partisipan diminta melaporkan apakah mereka menggunakan enam jenis media: televisi atau film, musik, video game, Internet, majalah atau koran, dan buku.
Peneliti menemukan bahwa pemuda yang lebih banyak terekspos pada musik, 8,3 kali lebih berpeluang mengalami depresi daripada mereka yang paling sedikit mendengarkan musik. Perbandingan antara remaja yang paling sedikit membaca buku dan para kutu buku menunjukkan bahwa para pembaca buku hanya sepersepuluh kali berpeluang terkena depresi. Paparan media lain tidak berasosiasi secara signifikan dengan depresi. "Pada titik ini, tak jelas apakah orang yang menderita depresi mulai mendengarkan lebih banyak musik untuk mengalihkannya, atau apakah mendengarkan musik terus-menerus dapat mengarah pada depresi, atau keduanya," kata Primarck.
Temuan ini diharapkan dapat membantu dokter dan orang tua mengenali kaitan antara media dan depresi. "Penting pula diperhatikan bahwa membaca diasosiasikan dengan kecilnya kemungkinan terkena depresi," kata Primarck. "Ini layak digarisbawahi karena di Amerika, minat membaca buku mulai menurun, sementara penggunaan hampir seluruh bentuk media lain meningkat."
Senin, 20 Februari 2012
. Jazz.
Penelitian oleh Blaum pada tahun 2003 mendapatkan hasil bahwa setelah
para siswa mendengarkan musik jazz, mod mereka menjadi lebih enak,
sehingga membantu para siswa untuk belajar. Hasil penelitian ini
kemudian diterapkan oleh Norman L. Barber dan Jameson L. barber dengan memberikan CD Jazz for Success
pada mahasiswa tingkat pertama Universitas Massachusetts. Mereka
memberikan CD tersebut dengan tujuan agar mahasiswa tingkat satu dapat
mengatasi emosi negatif (marah, cemas, depresi, takut) karena sulit
menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan (Lihat “Kawanku”, edisi 40: 2006). Beberapa contoh musik jazz yang layak didengarkan (vatonie collection): Norah Jones, Natalie Cole, Nat King Cole, KLA Project (hue he he, nuekat dimasukkan ke jazz ndak pa pa kan?) dll.
2. Rock.
Nah, kalo yang ini gua banget… Siapa bilang bahwa suara musik rock
yang bising itu nggak ada menfaatnya dan bikin kita nggak mikir?
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Leigh Riby dan George Caldwell,
Psikolog dari Glasgow Cladenian University membuktikan bahwa siswa yang
mendengarkan musik rock hanya membutuhkan sedikit kerja otak untuk
mengerjakan tugas dengan baik. Selain itu, musik rock dapat meningkatkan
produtivitas ketika sedang bekerja (Lihat “Kawanku”, edisi 40: 2006). Beberapa contoh musik rock yang layak didengarkan (vatonie collection): Dream Theater, Rush, Hammerfall, Scorpion, SOAD, The Queen, dll).
3. Klasik.
Manfaat-manfaat musik klasik sudah banyak diketahui terutama Efek Mozart. Terlepas dari banyaknya pro dan kontra tentang Efek Mozart
ini, beebrapa penelitian menunjukkan bahwa musik Mozart bermanfaat
dalam bidang kesehatan. Samuel Halim dalam penelitiannya menemukan bahwa
efek Mozart dapat membantu penyembuhan penyakit Alzheimer (Sakit yang
biasa diderita oleh lanjut usia ditandai dengan susah berjalan, bicara,
jarang bergaul). Penelitian lain yang dilakukan oleh Campbell
menemukan bahwa musik klasik bisa membantu penyembuhan
penyakit-penyakit, seperti stress, kanker, dyslexia, dan tekanan darah
tinggi. Beberapa contoh musik klasik yang layak didengarkan (vatonie collection): The Ultimate Mozart Album, Maksim, The Most Relaxing Classical Album in The World Ever, dll.
Disini musik berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Dengan kata lain si pemain dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya nelalui musik.
2. Fungsi penghayatan estetis
Musik merupakan suatu karya seni. Suatu karya dapat dikatakan karya seni apabila dia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Melalui musik kita dapat merasakan nilai-nilai keindahan baik melalui melodi atupun dinamikanya.
3. Fungsi hiburan
Musik memiliki fungsi hiburan mengacu kepada pengertian bahwa sebuah musik pasti mengandung unsur-unsur yang bersifat menghibur. Hal ini dapat dinilai dari Melodi ataupun liriknya.
4. Fungsi komunikasi.
Musik memiliki fungsi komunikasi berarti bahwa sebuah musik yang berlaku di suatu daerah kebudayaan mengandung isyarat-isyarat tersendiri yang hanya diketahui oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari teks atau pun melodi musik tersebut.
5. Fungsi perlambangan
Musik memiliki fungsi dalam melambangkan suatu hal. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek musik tersebut, misalmya tempo sebuah musik. Jika tempo sebuah musik lambat, maka kebanyakan teksnya menceritakan hal-hal yang menyedihkan. Sehingga musik itu melambangkan akan kesedihan.
6. Fungsi reaksi jasmani
Jika sebuah musik dimainkan, musik itu dapat merangsang sel-sel saraf manusia sehingga menyebabkan tubuh kita bergerak mengikuti irama musik tersebut. Jika musiknya cepat maka gerakan kita cepat, demikian juga sebaliknya.
7. Fungsi yang berkaitan dengan norma sosial
Musik berfungsi sebagai media pengajaran akan norma-norma atau peraturan-peraturan. Penyampaian kebanyakan melalui teks-teks nyanyian yang berisi aturan-aturan.
8. Fungsi pengesahan lembaga sosial.
Fungsi musik disini berarti bahwa sebuah musik memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu upacara . musik merupakan salah satu unsur yang penting dan menjadi bagian dalam upacara, bukan hanya sebagai pengiring.
9. Fungsi kesinambungan budaya.
Fungsi ini hampir sama dengan fungsi yang berkaitan dengan norma sosial. Dakam hal ini musik berisi tentang ajaran-ajaran untuk meneruskan sebuah sistem dalam kebudayaan terhadap generasi selanjutnya.
10. Fungsi pengintegrasian Masyarakat
Musik memiliki fungsi dalam pengintegrasian masyarakat. Suatu musik jika dimainkan secara bersama-sama maka tanpa disadari musik tersebut menimbulkan rasa kebersamaan diantara pemain atau penikmat musik itu.
Kamis, 16 Februari 2012
| Keterangan | : | Terapi musik untuk janin dalam kandungan dan bayi sampai usia 1 tahun. Merangsang otak janin dan bayi untuk berkembang dengan maksimal. Berguna agar anak Anda tumbuh lebih cerdas, sempurna dan terhindar dari gangguan mental seperti autism dan hiperaktif. Selain baik untuk bayi, CD Genius Baby ini juga baik untuk ibu yang mengandung karena bisa memelihara perasaan damai dan meningkatkan kesehatan. |
|




